Chanel Youtube


Allah Penguasa Hati Manusia


 

Segala puji bagi Allah yang hanya kepada-Nya kami memuji, memohon pertolongan, dan mohon keampunan. Kami berlindung kepadaNya dari kekejian diri dan kejahatan amalan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkan, dan barang siapa yang tersesat dari jalanNya maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Dan aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang berhak disembah melainkan Allah saja, yang tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.


Para Pemirsa yang dirahmati Allah SWT, ijinkan saya sedikit mengisi ruang dunia Maya ini yang Insyaallah dengan kehadiran bulan yang suci ini nafas kita bernilai dzikir, kalbu kita dituntun Allah SWT menuju pintu cahaya-Nya sehingga nantinya dipenghujung Ramadhan di tahun ini kita dapat mencapai predikat Muttaqin, sesuai tujuan daripada perintah Allah SWT tentang Puasa Ramadhan yang sangat familiar dibacakan setiap Bulan Suci Ramadhan oleh para penceramah / Mubaligh yang membacakan Surat Al Baqarah :183


ٓياَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْن


Terjemah :

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.


Taqwa identik dengan sebuah rasa takut akan perbuatan dosa. Allah adalah Penguasa Manusia yang dimana Allah SWT menciptakan manusia sebagai Khalifah yang dilengkapi akal, kalbu / hati dan nafsu. Dari kelengkapan yang dimiliki tersebut Manusia bisa menggunakannya untuk beribadah kepada Allah SWT. Petunjuk yang kita terima berupa Al Qur'an, maka di Bulan Ramadhan ini wajib kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga setelah Bulan Ramadhan nanti berakhir dan terus kita istiqamahkan dapat menjaga nilai-nilai ketaqwaan itu.


Dalam Era globalisasi dan modernisasi diiringi kemajuan teknologi sekarang ini  eksistensi ketaqwaan harus tetap dijaga karena Universal ketaqwaan itu sendiri dapat melintasi segala zaman. Islam yang Rahmatan Lil alamin adalah wujud dari nilai-nilai ketaqwaan yang bisa merasakan kekuatan spiritual rubaniyah maka manusia dituntut mencari cara bagaimana mengenali nilai-nilai ketaqwaan yang benar dengan selalu mensyukuri apa yang ada. Dalam Surat An-Naḥl:78, Allah SWT menjelaskan bahwa memfungsikan hati nurani sebagai rasa syukur.


وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ


Terjemah :

Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur.Dalam Surat Al-Ḥajj:46, juga dijelaskan,


اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَتَكُوْنَ لَهُمْ قُلُوْبٌ يَّعْقِلُوْنَ بِهَآ اَوْ اٰذَانٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَاۚ فَاِنَّهَا لَا تَعْمَى الْاَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِيْ فِى الصُّدُوْرِ

Terjemah :

Tidakkah mereka berjalan di bumi sehingga hati mereka dapat memahami atau telinga mereka dapat mendengar? Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang berada dalam dada.


Para Pemirsa yang selalu dirahmati Allah SWT, dengan pengendalian ketaqwaan di Bulan Suci Ramadhan ini Allah memberikan gemblengan pelatihan yang menunjukkan bahwa Allah SWT yang menguasai hati Manusia. Sebelum kita berpuasa kita secara syariat wajib berniat, Niat itu juga bagian dari Rukun Puasa. Jika niat kita bukan karena Allah SWT dalam berpuasa maka puasa Ramadhan yang sebulan penuh itu akan sia-sia. Kita hanya diminta beribadah sesuai syariat yang diperintahkan Allah SWT.


Para Pemirsa yang dirahmati Allah SWT, Bulan Suci Ramadhan memberikan kesempatan bagi kita untuk kembali kepada Allah SWT. Memperbanyak Ibadah baik Ibadah horizontal maupun vertikal dengan berzakat fitrah sebagai implementasi sosial kita kepada sesama. Hati yang mungkin disaat sebelum Ramadhan tidak merasakan kenikmatan iman, fa insyaallah dengan Rahmat Allah SWT yang begitu besar akan dapat menikmati Ibadah dengan baik. Oleh karena itu Nabi Muhammad SAW mengajarkan doa kepada kita semua untuk meminta hati yang selalu teguh dalam keislaman.


Dalam Surat Al Imran ayat 8, Allah SWT memberikan petunjuk Allah SWT terkait bahwa Allah yang menguasai hati manusia oleh karena itu kita harus selalu berdoa sebagai mana firman Allah SWT tersebut, yaitu:


رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚاِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ


Terjemah :

(Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadirat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.


Oleh karena itu kita harus bersyukur jika dikaruniai Allah SWT kemudahan dalam beribadah dan kita harus berusaha meraih hidayah Allah SWT. Semoga bermanfaat dan kita semua mendapatkan hati yang selalu cenderung kepada keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Jazakumullah ghoir Katsiron, taqoballahu Minna wa minkum taqobbal ya Karim.


Oleh : Muchamad Indra Sudarmawan, S. HI., M. Pd., Gr (GPAI SDN Purwantoro 6)

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url