Allah Penguasa Hati Manusia
Segala
puji bagi Allah yang hanya kepada-Nya kami memuji, memohon pertolongan, dan
mohon keampunan. Kami berlindung kepadaNya dari kekejian diri dan kejahatan
amalan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang
dapat menyesatkan, dan barang siapa yang tersesat dari jalanNya maka tidak ada
yang dapat memberinya petunjuk. Dan aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang
berhak disembah melainkan Allah saja, yang tiada sekutu bagiNya. Dan aku
bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.
Para Pemirsa yang dirahmati Allah SWT,
ijinkan saya sedikit mengisi ruang dunia Maya ini yang Insyaallah dengan
kehadiran bulan yang suci ini nafas kita bernilai dzikir, kalbu kita dituntun
Allah SWT menuju pintu cahaya-Nya sehingga nantinya dipenghujung Ramadhan di
tahun ini kita dapat mencapai predikat Muttaqin, sesuai tujuan daripada
perintah Allah SWT tentang Puasa Ramadhan yang sangat familiar dibacakan setiap
Bulan Suci Ramadhan oleh para penceramah / Mubaligh yang membacakan Surat Al
Baqarah :183
ٓياَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْن
Terjemah :
Wahai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Taqwa identik dengan sebuah rasa takut
akan perbuatan dosa. Allah adalah Penguasa Manusia yang dimana Allah SWT
menciptakan manusia sebagai Khalifah yang dilengkapi akal, kalbu / hati dan
nafsu. Dari kelengkapan yang dimiliki tersebut Manusia bisa menggunakannya
untuk beribadah kepada Allah SWT. Petunjuk yang kita terima berupa Al Qur'an,
maka di Bulan Ramadhan ini wajib kita implementasikan dalam kehidupan
sehari-hari, sehingga setelah Bulan Ramadhan nanti berakhir dan terus kita
istiqamahkan dapat menjaga nilai-nilai ketaqwaan itu.
Dalam Era globalisasi dan modernisasi
diiringi kemajuan teknologi sekarang ini
eksistensi ketaqwaan harus tetap dijaga karena Universal ketaqwaan itu
sendiri dapat melintasi segala zaman. Islam yang Rahmatan Lil alamin adalah
wujud dari nilai-nilai ketaqwaan yang bisa merasakan kekuatan spiritual
rubaniyah maka manusia dituntut mencari cara bagaimana mengenali nilai-nilai
ketaqwaan yang benar dengan selalu mensyukuri apa yang ada. Dalam Surat An-Naḥl:78,
Allah SWT menjelaskan bahwa memfungsikan hati nurani sebagai rasa syukur.
وَاللّٰهُ
اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ
لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Terjemah :
Allah mengeluarkan kamu dari perut
ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia menjadikan bagi kamu
pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur.Dalam Surat Al-Ḥajj:46, juga dijelaskan,
اَفَلَمْ
يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَتَكُوْنَ لَهُمْ قُلُوْبٌ يَّعْقِلُوْنَ بِهَآ اَوْ
اٰذَانٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَاۚ فَاِنَّهَا لَا تَعْمَى الْاَبْصَارُ وَلٰكِنْ
تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِيْ فِى الصُّدُوْرِ
Terjemah :
Tidakkah mereka berjalan di bumi
sehingga hati mereka dapat memahami atau telinga mereka dapat mendengar?
Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang
berada dalam dada.
Para Pemirsa yang selalu dirahmati
Allah SWT, dengan pengendalian ketaqwaan di Bulan Suci Ramadhan ini Allah
memberikan gemblengan pelatihan yang menunjukkan bahwa Allah SWT yang menguasai
hati Manusia. Sebelum kita berpuasa kita secara syariat wajib berniat, Niat itu
juga bagian dari Rukun Puasa. Jika niat kita bukan karena Allah SWT dalam
berpuasa maka puasa Ramadhan yang sebulan penuh itu akan sia-sia. Kita hanya
diminta beribadah sesuai syariat yang diperintahkan Allah SWT.
Para Pemirsa yang dirahmati Allah
SWT, Bulan Suci Ramadhan memberikan kesempatan bagi kita untuk kembali kepada
Allah SWT. Memperbanyak Ibadah baik Ibadah horizontal maupun vertikal dengan
berzakat fitrah sebagai implementasi sosial kita kepada sesama. Hati yang
mungkin disaat sebelum Ramadhan tidak merasakan kenikmatan iman, fa insyaallah
dengan Rahmat Allah SWT yang begitu besar akan dapat menikmati Ibadah dengan
baik. Oleh karena itu Nabi Muhammad SAW mengajarkan doa kepada kita semua untuk
meminta hati yang selalu teguh dalam keislaman.
Dalam Surat Al Imran ayat 8, Allah SWT memberikan petunjuk Allah SWT
terkait bahwa Allah yang menguasai hati manusia oleh karena itu kita harus
selalu berdoa sebagai mana firman Allah SWT tersebut, yaitu:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا
بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚاِنَّكَ اَنْتَ
الْوَهَّابُ
Terjemah :
(Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami,
janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling setelah Engkau berikan petunjuk
kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadirat-Mu. Sesungguhnya
Engkau Maha Pemberi.
Oleh karena itu kita harus bersyukur jika dikaruniai Allah SWT kemudahan dalam beribadah dan kita harus berusaha meraih hidayah Allah SWT. Semoga bermanfaat dan kita semua mendapatkan hati yang selalu cenderung kepada keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Jazakumullah ghoir Katsiron, taqoballahu Minna wa minkum taqobbal ya Karim.
Oleh : Muchamad Indra Sudarmawan, S. HI., M. Pd., Gr (GPAI SDN Purwantoro 6)
