Bijak Dalam Melihat Hasil Assesmen Bacaan Al-Qur'an Guru PAI
Pada hakekatnya membaca Al Qur’an merupakan ibadah dalam menggapai ridho
Allah SWT. Setiap amalan ibadah terlebih dahulu didasarkan juga pada pondasi
niat yang ikhlas dalam melaksanakannya. Ketulusan dan keikhlasan seorang guru
PAI dalam membantu anak didiknya yang tidak tau dalam membaca huruf hija’iyah
secara terbata - bata insyaallah nantinya akan menjadikan muridnya akan lebih
fasih dari guru PAI yang mengajarkan dikelak kemudian hari. Bahkan Allah SWT
telah memberikan anugerah yang begitu besar bagi siapa yang mengajarkan dan
siapa yang belajar Al Qur’an.
Akhir Tahun 2025 viralitas eksistensi Guru PAI sekolah dasar membawa
sesuatu kabar yang harus disikapi dengan bijak ketika terlihat bahwa 58,26
Persen Guru PAI dijenjang SD belum fasih baca Al Quran dalam Asesmen yang
dilakukan terhadap 160.143 guru pendidikan agama Islam SD/SDLB melalui aplikasi
SIAGA Kementerian Agama. Hal ini harus kita pandang dalam pandangan filosofis
fundamentalis, eksitensi Guru PAI Tingkat SD dengan suatu tujuan pembelajaran
yang memang pakemnya tidak seperti sekolah berbasis kurikulum Madrasah atau
Pesantren dengam jumlah jam mengajar yang berbeda juga. Akan tetapi dalam
assesment tersebut harus dijadikan dasar tabayyun untuk saling menambah
kolaborasi bersama setiap elemen bangsa untuk tujuan yang rahmatan lil’alamin
yang tanpa mengesampingkan eksistensi Guru PAI yang dalam riwayat pendidikannya
sudah mempelajari juga terkait Ulumul Qur'an.
Ilmu alat dalam mempelajari Ulumul Qur’an seorang peserta didik di jenjang
Sekolah Dasar tidaklah membutuhkan kefasihan membaca akan tetapi dalam hal ini
dalam mendidiknya tidak boleh keluar dari eksistensinya dan sejauh mana tujuan
pembelajaran Al Qur’an tersebut dapat menghantarkan peserta didiknya berproses
mengenal huruf, melafalkan dan membaca untuk lebih baik dan sampai menjadi
fasih nantinya. Metode kolaborasi dengan lembaga Al Qur’an juga jadi solusi
yang bisa diterapkan dalam menambah hasil tujuan pembelajaran ketika pulang
sekolah.
Senyampang tidak merubah makna dalam membaca Al Qur’an dalam kondisi
tingkat Sekolah Dasar yang penuh keragaman, keunikan peserta didiknya dan
kondisi lingkungan yang harus membutuhkan kolaborasi elemen bangsa patut
dihargai dengan bijak, mungkin nantinya akan dilaksanakan pelatihan khusus Guru
PAI tentang bagaimana membaca Al Qur’an dengan baik sampai tingkat fasih.
Program yang dapat diimplementasikan organisasi GPAI Tingkat Gugus atau
Kecamatan dengan berkolaborasi dengan elemen lembaga yang khusus dalam melatih
bacaan Al Qur’an. Akhirnya nanti kedepannya tujuan bersama bisa diwujudkan
dalam memberikan bekal yang bisa diterapkan juga dalam pembelajaran.
Untuk Assesment sebaiknya dilaksanakan juga nantinya bisa dilaksanakan
lagi secara luring atau tatap muka juga, pada dasarnya tidak menutup
kemungkinan ketika assesment tersebut dilakukan secara online banyak kendala yang ada. Ikhtiar dan
tujuan bersama dalam berkolaborasi antara elemen bangsa harus saling mendukung
sehingga nantinya dari langkah kecil
akan berdampak juga untuk kemaslahatan bersama. Semangat dan sukses untuk Guru
PAI.
Oleh : M Indra Sudarmawan, S. HI., M.Pd., Gr
GPAI SDN Purwantoro 6
.png)