Chanel Youtube


Bijak Dalam Melihat Hasil Assesmen Bacaan Al-Qur'an Guru PAI

 


Pada hakekatnya membaca Al Qur’an merupakan ibadah dalam menggapai ridho Allah SWT. Setiap amalan ibadah terlebih dahulu didasarkan juga pada pondasi niat yang ikhlas dalam melaksanakannya. Ketulusan dan keikhlasan seorang guru PAI dalam membantu anak didiknya yang tidak tau dalam membaca huruf hija’iyah secara terbata - bata insyaallah nantinya akan menjadikan muridnya akan lebih fasih dari guru PAI yang mengajarkan dikelak kemudian hari. Bahkan Allah SWT telah memberikan anugerah yang begitu besar bagi siapa yang mengajarkan dan siapa yang belajar Al Qur’an.

Akhir Tahun 2025 viralitas eksistensi Guru PAI sekolah dasar membawa sesuatu kabar yang harus disikapi dengan bijak ketika terlihat bahwa 58,26 Persen Guru PAI dijenjang SD belum fasih baca Al Quran dalam Asesmen yang dilakukan terhadap 160.143 guru pendidikan agama Islam SD/SDLB melalui aplikasi SIAGA Kementerian Agama. Hal ini harus kita pandang dalam pandangan filosofis fundamentalis, eksitensi Guru PAI Tingkat SD dengan suatu tujuan pembelajaran yang memang pakemnya tidak seperti sekolah berbasis kurikulum Madrasah atau Pesantren dengam jumlah jam mengajar yang berbeda juga. Akan tetapi dalam assesment tersebut harus dijadikan dasar tabayyun untuk saling menambah kolaborasi bersama setiap elemen bangsa untuk tujuan yang rahmatan lil’alamin yang tanpa mengesampingkan eksistensi Guru PAI yang dalam riwayat pendidikannya sudah mempelajari juga terkait Ulumul Qur'an.

Ilmu alat dalam mempelajari Ulumul Qur’an seorang peserta didik di jenjang Sekolah Dasar tidaklah membutuhkan kefasihan membaca akan tetapi dalam hal ini dalam mendidiknya tidak boleh keluar dari eksistensinya dan sejauh mana tujuan pembelajaran Al Qur’an tersebut dapat menghantarkan peserta didiknya berproses mengenal huruf, melafalkan dan membaca untuk lebih baik dan sampai menjadi fasih nantinya. Metode kolaborasi dengan lembaga Al Qur’an juga jadi solusi yang bisa diterapkan dalam menambah hasil tujuan pembelajaran ketika pulang sekolah.

Senyampang tidak merubah makna dalam membaca Al Qur’an dalam kondisi tingkat Sekolah Dasar yang penuh keragaman, keunikan peserta didiknya dan kondisi lingkungan yang harus membutuhkan kolaborasi elemen bangsa patut dihargai dengan bijak, mungkin nantinya akan dilaksanakan pelatihan khusus Guru PAI tentang bagaimana membaca Al Qur’an dengan baik sampai tingkat fasih. Program yang dapat diimplementasikan organisasi GPAI Tingkat Gugus atau Kecamatan dengan berkolaborasi dengan elemen lembaga yang khusus dalam melatih bacaan Al Qur’an. Akhirnya nanti kedepannya tujuan bersama bisa diwujudkan dalam memberikan bekal yang bisa diterapkan juga dalam pembelajaran.

Untuk Assesment sebaiknya dilaksanakan juga nantinya bisa dilaksanakan lagi secara luring atau tatap muka juga, pada dasarnya tidak menutup kemungkinan ketika assesment tersebut dilakukan secara  online banyak kendala yang ada. Ikhtiar dan tujuan bersama dalam berkolaborasi antara elemen bangsa harus saling mendukung sehingga nantinya  dari langkah kecil akan berdampak juga untuk kemaslahatan bersama. Semangat dan sukses untuk Guru PAI.


Oleh : M Indra Sudarmawan, S. HI., M.Pd., Gr

GPAI SDN Purwantoro 6

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url