Chanel Youtube


Modernisasi Administrasi, KKG PAI Kota Malang Dorong Guru PAI Melek Teknologi Lewat Workshop Microsite

 

Ketua KKG PAI Kota Malang, Kasi PAIS Kemenag Kota Malang, Pengawas PAI SD

Malang – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kota Malang terus bergerak progresif dalam mengawal transformasi digital di lingkungan pendidikan. Guna mewujudkan tata kelola dokumen yang efektif dan efisien, KKG PAI Kota Malang menggelar Workshop Pemanfaatan Microsite untuk Mengelola Administrasi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI). Kegiatan ini dirancang khusus untuk mendorong para guru agama agar semakin melek teknologi dan siap menghadapi tantangan era digital.


Acara yang dihadiri oleh ratusan Guru PAI se-Kota Malang ini dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, Dr. Febrian Taufiq Shaleh, M.Pd.


Dalam sambutan pembukaannya, Dr. Febrian Taufiq Shaleh memberikan apresiasi yang tinggi atas langkah cepat KKG PAI Kota Malang dalam merespons arus digitalisasi. Beliau menegaskan bahwa modernisasi administrasi bukanlah beban baru, melainkan solusi untuk mempermudah kinerja guru di sekolah.


"Zaman terus berubah, dan dunia pendidikan menuntut efisiensi. Guru PAI tidak boleh lagi terjebak dalam tumpukan berkas fisik yang rumit dan rentan hilang. Melalui pemanfaatan microsite, kita sedang memangkas birokrasi administrasi yang berbelit-belit menjadi satu pintu digital yang ringkas. Jika administrasinya sudah rapi dan praktis, guru-guru kita bisa menghemat waktu dan mengalihkan fokus energinya secara maksimal untuk mendidik serta membentuk karakter islami generasi bangsa," tutur Dr. Febrian dalam sambutannya.


Workshop ini menghadirkan Pengawas PAI Kemenag Kota Malang, Ibu Umi Latifah, S.Pd.I., sebagai narasumber utama. Dalam penyampaian materinya, beliau mengupas tuntas cara merancang, mengelola, hingga memanfaatkan microsite (seperti Linktree, s.id, atau Google Sites) sebagai portofolio administrasi guru yang interaktif.


Ibu Umi Latifah mengibaratkan microsite sebagai "lemari digital pintar" yang wajib dimiliki oleh setiap guru modern. Seluruh perangkat pembelajaran, mulai dari Modul Ajar (RPP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), jurnal mengajar, absensi siswa, hingga rekap nilai, dapat diintegrasikan ke dalam satu tautan (link) singkat saja.


"Selama ini, proses supervisi atau pemeriksaan administrasi sering kali memakan waktu karena guru harus mencetak berlembar-lembar kertas. Dengan microsite, guru cukup membagikan satu tautan kepada pengawas atau kepala sekolah. Di dalam tautan tersebut, semua dokumen sudah tertata rapi berdasarkan folder. Ini tidak hanya ramah lingkungan (paperless), tetapi juga sangat memudahkan akses kapan saja dan di mana saja," jelas Ibu Umi Latifah saat memaparkan materi.


Selama workshop berlangsung, suasana tampak hidup dan interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan teori, melainkan langsung melakukan praktik langsung (hand-on-practice) membuat microsite pribadi menggunakan laptop dan smartphone mereka masing-masing.


Ketua KKG PAI Kota Malang, Zainul Qudsi, M.Pd I berharap kegiatan ini menjadi titik balik bagi seluruh Guru PAI di Kota Malang untuk tidak canggung lagi dalam mengadopsi teknologi. Melalui modernisasi administrasi ini, KKG PAI Kota Malang berkomitmen untuk terus melahirkan pendidik-pendidik yang tidak hanya matang secara spiritual, tetapi juga unggul dan berkemajuan di bidang teknologi informasi. (Tim IT KKG PAI Kota Malang)


Next Post Previous Post
1 Comments
  • Zainul Qudsi, M.Pd I
    Zainul Qudsi, M.Pd I 24 Juni 2026 pukul 02.02

    GPAI Kota Malang pasti bisa...

Add Comment
comment url