Transformasi Digital GPAI Kota Malang: Kelola Dokumen Pembelajaran Jadi Lebih Praktis Lewat Microsite
![]() |
| Kasi PAIS saat memberikan sambutan didepan para peserta workshop |
MALANG – Kelompok Kerja Guru Pendidikan
Agama Islam (KKG PAI) Kota Malang sukses menggebrak era baru dalam pengelolaan
administrasi guru. Melalui lokakarya intensif yang digelar baru-baru ini,
ratusan Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) se-Kota Malang resmi memulai langkah
transformasi digital dengan memanfaatkan platform microsite
sebagai pusat kendali (hub) dokumen pembelajaran mereka.
Langkah inovatif ini diambil untuk menyederhanakan tumpukan
berkas fisik yang selama ini membebani guru, menjadi satu tautan digital yang
ringkas, rapi, dan dapat diakses kapan saja.
Kegiatan berskala kota ini dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi
Pendidikan Agama Islam pada Sekolah (PAIS) Kantor Kementerian Agama Kota
Malang, Dr.
Febrian Taufiq Shaleh, M.Pd. Dalam sambutan pembukaannya, beliau
menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan
keharusan untuk menyelamatkan waktu berharga para guru agar bisa lebih fokus
pada kualitas mengajar di kelas.
"Kita harus jujur bahwa selama ini administrasi sering kali
menyita energi besar dari para guru kita. Hari ini, melalui sinergi KKG PAI,
kita menyaksikan sebuah loncatan besar. Microsite
ini adalah jawaban atas kebutuhan efisiensi abad ini. Dengan mengalihkan
dokumen pembelajaran ke ruang digital, urusan administrasi menjadi jauh lebih
praktis. Guru tidak lagi disibukkan dengan urusan pemberkasan manual yang
melelahkan, sehingga waktu dan pikiran mereka bisa dialokasikan sepenuhnya
untuk mendesain pembelajaran PAI yang kreatif dan menyentuh hati siswa,"
ujar Dr. Febrian Taufiq Shaleh dengan penuh semangat.
Hadir sebagai narasumber utama sekaligus pemandu jalannya
workshop, Pengawas PAI Kemenag Kota Malang, Ibu Umi
Latifah, S.Pd.I., mengupas tuntas materi teknis mengenai tata cara
perancangan microsite
yang ideal untuk kebutuhan GPAI.
Dalam pemaparan materinya, Ibu Umi Latifah menjelaskan bahwa microsite
bertindak seperti "kantong digital pintar". Di dalam satu tautan
ringkas tersebut, guru dapat mengintegrasikan berbagai macam dokumen penting,
mulai dari Modul Ajar (RPP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), jurnal mengajar,
daftar nilai, hingga dokumentasi kegiatan ekstrakurikuler keagamaan.
"Bagi kami di jajaran pengawas, inovasi ini luar biasa
mempermudah proses supervisi dan penilaian kinerja guru. Nanti, saat masa
penilaian atau akreditasi tiba, guru tidak perlu lagi membawa map-map besar
yang tebal. Cukup tunjukkan satu tautan microsite
mereka, dan seluruh rekam jejak digital kinerja mereka selama satu semester
atau satu tahun ajaran sudah tersaji dengan sangat rapi dan sistematis di sana.
Praktis bagi guru, transparan bagi pengawas," jelas Ibu Umi Latifah saat
memaparkan materi bimbingan teknisnya.
Selama workshop berlangsung, atmosfer ruangan dipenuhi dengan
keseriusan para peserta yang langsung membuka laptop dan mempraktikkan
pembuatan microsite
menggunakan gawai masing-masing. Dengan panduan bertahap, para peserta
diajarkan cara mengelompokkan kategori dokumen, mengunggah penyimpanan berbasis drive, hingga mempercantik tampilan halaman tautan agar menarik
dan profesional saat diakses.
Ketua KKG PAI Kota Malang menyatakan bahwa luaran (output)
dari workshop ini ditargetkan 100% peserta langsung memiliki tautan
administrasi digital siap pakai sebelum tahun ajaran baru berjalan.
Transformasi ini diharapkan mampu membawa GPAI Kota Malang menjadi pelopor
digitalisasi pembelajaran yang adaptif, rapi, dan berkelas di tingkat regional
maupun nasional. (Tim IT KKG PAI Kota Malang)
