Chanel Youtube


Menjemput Maghfiroh di Bulan Suci Romadhon

 


Indonesia, merupakan negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam. 87,13 % atau setara dengan 249,82 juta jiwa yang memeluk agama Islam. Walau kita tahu yang menjalankan aturan atau syariat islam secara benar tidak semua orang yang memeluk agama Islam. Ada yang Islam hanya tertulis di KTP saja. Dan ada yang menjalankan islam hanya sebatas ritual ( Islam kejawen ).

Saat ini, kita sedang menjalankan ibadah puasa Romadhon yang senantiasa dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia. Karena bulan Romadhon merupakan bulan yang penuh dengan ampunanNya. Berbagai keberkahan ingin diraih oleh semua orang beriman. Dan khususnya yang menjalankan ibadah puasa di bulan Romadhon. Pada bulan Romadhon banyak umat muslim berlomba-lomba dalam bersedekah, beribadah, tadarus, dan menolong sesama. Mereka berlomba-lomba dalam kebaikan. Semua itu kita lakukan demi mendapatkan ridho Illahi Robbi.

Bulan Romadhon adalah bulan suci. Bagi umat Islam dijadikan momen untuk mensucikan jiwa, hati, dan pikiran untuk mendapat keridhoan dari Alloh. Berbuat baik itu mudah, yang sulit adalah menjaga keistiqomahan dalam berbuat baik dalam setiap hembusan nafas. Bulan Romadhon menjadikan kita berlomba-lomba dalam mencari ampunan atas dosa-dosa kita yang telah kita lakukan.

Kapan kita bisa mendapatkan maghfiroh itu? Pada bulan suci Romadhon ada 3 fase yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan kesempurnaan berpuasa dan mendapat keberkahan dari Illahi Robbi. Yaitu:

1.     Fase Rahmat: 10 hari pertama merupakan fase Rahmat. Fase ini Alloh membuka pintu Rahmat seluas-luasnya. Inilah waktu terbaik untuk meluruskan niat, memperbaiki ibadah, dan menata hati agar lebih banyak berbuat kebaikan.

 

2.    Fase Maghfiroh: Kata Maghfiroh (مغفرة) berasal dari bahasa Arab, berakar dari kata ghafara (غفر), bentuk kata kerja yang berarti mengampuni  atau memberi ampunan. Dalam agama Islam kata Maghfiroh sering digunakan untuk merujuk pada ampunan Alloh kepada hambaNya. Kata maghfiroh ini juga sering digunakan untuk menggambarkan sifat Alloh yang Maha pengampun.

10 hari kedua merupakan fase Maghfiroh. Fase ini Alloh membuka pintu maaf dan ampunan seluas-luasnya bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh bertaubat.

                  

3.    Fase Pembebasan dari api neraka: 10 hari ketiga diesebut juga fase Itqun minan Nar. Fase ini merupakan puncak Maghfiroh, karena di sepuluh hari terakhir ini datangnya malam Lailatul Qodar.

Sebagaimana hadist Nabi Muhammad SAW: “ Carilah di sepuluh hari terakhir, pada malam-malam ganjil”. ( Hadist Bukhori dan Muslim).

 

Lailatul Qodar merupakan puncak bulan Romadhon. Yang ingin diraih oleh setiap muslim yang menjalankan ibadah puasa.

 

·         Keutamaan malam Lailatul Qodar. Beribadah pada mala mini setara dengan beribadah lebih dari 1000 bulan. Terdapat dalam Suroh Al-Qodar ayat 3 yang berbunyi:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ

Artinya: Lailatul qodar itu lebih baik dari pada seribu bulan

 

 Malam lailatul Qodar juga merupakan malam pengampunan dosa.

 

·         Waktu datangnya malam lailatul Qodar pada umumnya diyakini terjadi pada malam ganjil (21, 23, 27, 29). Dan pendapat kuat sering terjadi di malam 27.

 

·         Tanda-tanda malam lailatul Qodar datang. Suasana malam sangat tenang/hening. Tidak panas maupun dingin, dan pagi harinya matahari terbit cerah tanpa sinar yang Terik.

 

·         Amalan yang dianjurkan untuk dilakukan adalah meningkatkan ibadah seperti sholat tahajud, I’tikaf di Masjid, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa.

 

Tidak sedikit umat muslim yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridhoan sang pencipta jagad raya ini Alloh SWT. Karena di bulan Romadhon ini Alloh memberi begitu banyak pahala dalam setiap kebaikan yang kita lakukan. Bahkan dilipat gandakan oleh Alloh. Sungguh merugi diri kita, jika tidak ikut dalam berlomba-lomba dalam kebaikan. Alloh selalu menghargai kebaikan apapun yang kita lakukan walau hanya sebesar biji zaroh. Alloh akan membalas dengan pahala. Begitu sebaliknya jika keburukan yang kita lakukan. Walau hanya sebesar biji zaroh juga akan dibalas juga.

Hal ini sudah dijelaskan oleh Alloh dalam Suroh Al-Isro’ ayat 7.

 

Surat Al-Isra Ayat 7

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ

Artinya: Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.

 

Sebagai pengingat bersama bahwa apa yang kita perbuat akan kita dapatkan balasannya. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.

Marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Semoga di bulan suci Romadhon ini. Kita senantiasa diberi keberkahan dan keridhoaan dari Alloh SWT.

Beli Al-Qur’an di negri sebrang

Dipakai mengaji untuk bekal berpulang

Bulan Romadhon penuhi jiwa yang tenang

Agar keberkahan selalu datang


Oleh : Bhanun Paramitha, S.Pd.I (GPAI SD Unggulan Al-Ya'lu)

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url