Menjemput Maghfiroh di Bulan Suci Romadhon
Indonesia, merupakan negara yang
penduduknya mayoritas beragama Islam. 87,13 % atau setara dengan 249,82 juta
jiwa yang memeluk agama Islam. Walau kita tahu yang menjalankan aturan atau
syariat islam secara benar tidak semua orang yang memeluk agama Islam. Ada yang
Islam hanya tertulis di KTP saja. Dan ada yang menjalankan islam hanya sebatas
ritual ( Islam kejawen ).
Saat ini, kita sedang menjalankan
ibadah puasa Romadhon yang senantiasa dinantikan oleh seluruh umat muslim di
dunia. Karena bulan Romadhon merupakan bulan yang penuh dengan ampunanNya.
Berbagai keberkahan ingin diraih oleh semua orang beriman. Dan khususnya yang
menjalankan ibadah puasa di bulan Romadhon. Pada bulan Romadhon banyak umat muslim
berlomba-lomba dalam bersedekah, beribadah, tadarus, dan menolong sesama.
Mereka berlomba-lomba dalam kebaikan. Semua itu kita lakukan demi mendapatkan
ridho Illahi Robbi.
Bulan Romadhon adalah bulan suci. Bagi
umat Islam dijadikan momen untuk mensucikan jiwa, hati, dan pikiran untuk
mendapat keridhoan dari Alloh. Berbuat baik itu mudah, yang sulit adalah
menjaga keistiqomahan dalam berbuat baik dalam setiap hembusan nafas. Bulan
Romadhon menjadikan kita berlomba-lomba dalam mencari ampunan atas dosa-dosa
kita yang telah kita lakukan.
Kapan kita bisa mendapatkan maghfiroh
itu? Pada bulan suci Romadhon ada 3 fase yang bisa kita lakukan untuk
mendapatkan kesempurnaan berpuasa dan mendapat keberkahan dari Illahi Robbi.
Yaitu:
1. Fase Rahmat: 10 hari pertama
merupakan fase Rahmat. Fase ini Alloh membuka pintu Rahmat seluas-luasnya.
Inilah waktu terbaik untuk meluruskan niat, memperbaiki ibadah, dan menata hati
agar lebih banyak berbuat kebaikan.
2.
Fase Maghfiroh: Kata Maghfiroh (مغفرة) berasal dari bahasa Arab, berakar dari kata ghafara (غفر), bentuk kata kerja yang berarti mengampuni atau memberi ampunan. Dalam agama
Islam kata Maghfiroh sering digunakan untuk merujuk pada ampunan Alloh kepada hambaNya.
Kata maghfiroh ini juga sering digunakan untuk menggambarkan sifat Alloh yang
Maha pengampun.
10 hari kedua merupakan fase Maghfiroh. Fase ini Alloh membuka pintu maaf
dan ampunan seluas-luasnya bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh bertaubat.
3. Fase Pembebasan dari api neraka: 10 hari ketiga diesebut juga fase Itqun
minan Nar. Fase ini merupakan puncak Maghfiroh, karena di sepuluh hari
terakhir ini datangnya malam Lailatul Qodar.
Sebagaimana
hadist Nabi Muhammad SAW: “ Carilah di sepuluh hari terakhir, pada
malam-malam ganjil”. ( Hadist Bukhori dan Muslim).
Lailatul
Qodar merupakan puncak bulan Romadhon. Yang ingin diraih oleh setiap muslim
yang menjalankan ibadah puasa.
·
Keutamaan malam Lailatul Qodar. Beribadah pada mala mini
setara dengan beribadah lebih dari 1000 bulan. Terdapat dalam Suroh Al-Qodar
ayat 3 yang berbunyi:
لَيْلَةُ
الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
Artinya: Lailatul
qodar itu lebih baik dari pada seribu bulan
Malam lailatul Qodar juga merupakan malam
pengampunan dosa.
·
Waktu datangnya malam lailatul Qodar pada umumnya
diyakini terjadi pada malam ganjil (21, 23, 27, 29). Dan pendapat kuat sering
terjadi di malam 27.
·
Tanda-tanda malam lailatul Qodar datang. Suasana malam
sangat tenang/hening. Tidak panas maupun dingin, dan pagi harinya matahari
terbit cerah tanpa sinar yang Terik.
·
Amalan yang dianjurkan untuk dilakukan adalah
meningkatkan ibadah seperti sholat tahajud, I’tikaf di Masjid, membaca
Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa.
Tidak sedikit umat muslim yang bersungguh-sungguh
untuk mencari keridhoan sang pencipta jagad raya ini Alloh SWT. Karena di bulan
Romadhon ini Alloh memberi begitu banyak pahala dalam setiap kebaikan yang kita
lakukan. Bahkan dilipat gandakan oleh Alloh. Sungguh merugi diri kita, jika
tidak ikut dalam berlomba-lomba dalam kebaikan. Alloh selalu menghargai
kebaikan apapun yang kita lakukan walau hanya sebesar biji zaroh. Alloh akan
membalas dengan pahala. Begitu sebaliknya jika keburukan yang kita lakukan.
Walau hanya sebesar biji zaroh juga akan dibalas juga.
Hal ini sudah dijelaskan oleh Alloh dalam Suroh
Al-Isro’ ayat 7.
Surat Al-Isra Ayat 7
إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ
أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ
Artinya: Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat
baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi
dirimu sendiri.
Sebagai pengingat bersama bahwa apa yang kita perbuat
akan kita dapatkan balasannya. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Semoga di
bulan suci Romadhon ini. Kita senantiasa diberi keberkahan dan keridhoaan dari
Alloh SWT.
Beli Al-Qur’an di negri sebrang
Dipakai mengaji untuk bekal berpulang
Bulan Romadhon penuhi jiwa yang tenang
Agar keberkahan selalu datang
Oleh : Bhanun Paramitha, S.Pd.I (GPAI SD Unggulan Al-Ya'lu)
.jpg)